logoblog

Cari

Bersandar pada gorengan renyah

Bersandar pada gorengan renyah

Terkadang banyak yang menghargai sesuatu dengan kepingan mata uang, namun kenikmatan tersendiri tersembunyi dibalik kegigihan dan semangat unt terus memperjuangkan kehidupan

Cerita Inspirasi

KM. Sanggicu Dompu
Oleh KM. Sanggicu Dompu
29 April, 2014 12:34:11
Cerita Inspirasi
Komentar: 1
Dibaca: 11350 Kali

Terkadang banyak yang menghargai sesuatu dengan kepingan mata uang, namun kenikmatan tersendiri tersembunyi dibalik kegigihan dan semangat untuk terus memperjuangkan kehidupan dan menstabilkan perkonomian keluarga seberapa pun besarnya.

Dengan menjual gorengan seperti pisang goreng, tahu isi, roti goreng, serta bala-bala dan gorengan lain, Salmah Ibu rumahtangga yang sudah memiliki 3 putri tersebut merasa cukup dengan penghasilan yang diraihnya setiap hari.

Dengan bermodalkan semangat dan dukungan, Salmah wanita yang berusia 35 tahun yang tinggal di Desa Dorebara bersama suami dan anaknya. Kesehariannya Salmah harus membuat gorengan untuk dijual di salah satu sekolah dasar yang ada di desa tempat ia tinggali.

Istri dari Nurdin ini mengakui mengerjakan gorengan dari pukul 04 dini hari, sehari yang ia hasilkan dengan usaha tersebut berkisar dari Rp200.000 sampai Rp500.000, kebanyakan yang membeli adalah warga sekitar yang hendak pergi ke sawah maupun ladang, selain yang dijualnya di sekolahan.

Pada hari minggu ataupun hari libur lainnya Salmah akan dibantu oleh anak keduanya, Bernama Atika. Dua dari ketiga putrinya duduk di bangku pendidikan yang pertama di bangku MA dan yang kedua MTS Yasmin.

 

Baca Juga :


Penghasilan yang diraih selain untuk membiayai sekolah anaknya dan kehidupan keluarga, sisanya ia tabung untuk keperluan lain, seperti sekarang ini yang Salmah dan keluarga nikmati dengan menjual gorengan adalah mampu membuat Rumah Batu, melengkapi perabotan seperti orang lain seperti kulkas, televisi, handphone dan membelikan sepedah anak-anaknya serta perlengkapan yang dibutuhkannya.

Banyak sekali kendala yang dihadapi oleh Salmah ketika berjualan, seperti selain meningkatnya harga sembako yang harus menguras otak untuk menyesuaikan harga gorengan, dan juga banyaknya pesaing lain yang menjual jajanan yang serupa. Selain itu kualitas gorengan yang dijualnya harus stabil. (Azis/03).



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    29 April, 2014

    orang-orang seperti ini sebetulnya yang patut di acungkan jempol.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan