logoblog

Cari

Harapan Tukang Sayur

Harapan Tukang Sayur

Sejak habis subuh Rabiah atau sering dipanggil Abiq mempersiapkan diri untuk berangkan ke pasar. Perempuan 37 th yang hanya tamatan sekolah

Cerita Inspirasi

PORTAL
Oleh PORTAL
07 Maret, 2014 20:15:28
Cerita Inspirasi
Komentar: 0
Dibaca: 14965 Kali

Sejak habis subuh Rabiah atau sering dipanggil Abiq mempersiapkan diri untuk berangkan ke pasar. Perempuan 37 th yang hanya tamatan sekolah dasar ini adalah tukang sayur keliling. Kebiasaan ini sudah dijalani hampir 17 tahun sejak lahir anak petamanya, seperti diceritakannya kepada PORTAL.

Abiq memilah barang-barang yang akan dijajakan ke pelanggannya. Pelanggannya kebanyakan ibu-ibu yang ada diperluasan kelurahan Pagutan Mataram. Dengan mendapatkan keuntungan seribu dua ribu Abiq terus menjajakan dagangannya dari satu rumah kerumah lainnya. Kebanyakan pelangganya adalah ibu rumah tangga yang suaminya pegawai dan karyawan. ” Kalau diatas tanggal lima belas, kebanyakan mereka pada ngutang, tanggal muda baru dibayar, jadi saya tidak tahu berapa keuntungan sya setiap harinya “, saat ditanya keuntungan perharinya.

Suami Abiq adalah Tukang Bangunan. Mereka mempunyai tiga orang putri. Putri sulungnya yang sekarang duduk di bangku SMA kelas dua. Saat ditanya kelanjutan anaknya setelah tamat SMA ini, Abiq menjawab, “saya dan suami  menyisihkan uang untuk kelanjutan pendidikan anak saya, dia ingin jadi guru, mudah-mudahan kesampaian” lanjutnya. Prestasi lima besar masih bisa diraih sampai dengan SMA, ini membuat saya dengan bapaknya ingin anak saya agar melanjutkan ke bangku kuliah, lanjutnya.

Walaupun dua anaknya yang masih duduk di bangku SD tidak mendapatkan BSM dari sekolahnya, dia hanya tersenyum sambil mengatakan mungkin belum rezeki saya. Anak saya harus tetap sekolah dan rajin belajar. Kedua anaknya masih duduk di kelas lima dan kelas dua disebuah SD dekat rumahnya. Saya sudah didata untuk dapat BSM oleh kepala lingkungan, tambahnya.

 

Baca Juga :


Abiq juga menceritakan kalau suaminya, Basyarudin sudah mendaftar menjadi calon haji. Suami saya sudah mendaftar tahun 2011, mungkin berangkat tahun 2018 nanti. Saat ditanya kalau ia punya banyak uang ?. mungkin karena niat suami yang kuat sehingga bisa bayar setoran awal haji, jawabnya.[] - (01)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan