logoblog

Cari

Omzet Puluhan Juta Dari Sepeda Bekas

Omzet Puluhan Juta Dari Sepeda Bekas

Siapa sangka, dari merakit sepeda bekas hanya untuk memenuhi keinginan anaknya memiliki sepeda .Kini kegiatan tersebut menjadi pekerjaan tetap Baharudin dan

Cerita Inspirasi

KM. Salaja Kampo
Oleh KM. Salaja Kampo
02 Februari, 2014 11:15:37
Cerita Inspirasi
Komentar: 4
Dibaca: 51748 Kali

Siapa sangka, dari merakit sepeda bekas hanya untuk memenuhi keinginan anaknya memiliki sepeda .Kini kegiatan tersebut menjadi pekerjaan tetap Baharudin dan sebagai sumber penghasilan ekonomi keluarga.

Berawal pada 14 tahun silam, Baharudin (35 tahun) terinspirasi dari beberapa tetangganya yang menyukai hasil rakitan sepeda bekas untuk anaknya dan mulai memesan rakitan sepeda bekas kepadanya. Dari sinilah Baharudin mulai berpikir untuk serius dan menjadikan merakit sepeda bekas sebagai suatu usaha. Dengan modal awal satu jutaan rupiah ia mulai merakit sepeda bekas yang tidak lagi terpakai yang ia beli dengan harga murah dari beberapa tetangga.

Setelah sepeda bekas tersebut ia rakit dan dirasa layak untuk dipergunakan, Diapun mencoba untuk menjualnya kembali dengan memajang sepeda tersebut di depan rumahnya. Lama kelamaan rumah yang berada di perbatasan Desa Baralau Kec. Monta dan Desa Tenga Kec. Woha tersebut semakin disesaki oleh pajangan sepeda hasil rakitannya.

Tapi sekarang, pria kelahiran Desa Tente ini mengaku kesulitan untuk mencari sepeda bekas lagi di Bima. Karena itu, sekarang ia beralih mendatangkan sepeda bekas dari Pulau Lombok untuk memenuhi permintaan pembeli. Pangsa pasarnya kini sudah merambah ke Kota Bima bahkan sampai ke Wilayah Sumbawa.

Tak pernah ia bayangkan sebelumnya, ternyata seiring waktu berjalan, usahanya tersebut terus menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Lambat laun usaha yang bermula dari memenuhi keinginan anaknya tersebut justru malah menjadi mata pencaharian tetapnya.

“Alhamdulillah, hasil dari menjual sepeda bekas rakitan ini saya sudah bisa bangun rumah, membiayai anak-anak sekolah, dan membeli beberapa sepeda motor,”ungkap pria yang kerap dipanggil dengan sebutan baha tuta ini.

 

Baca Juga :


Untuk masalah penjualan Baharudin mengakui, waktu musim hujan seperti ini agak berkurang pembelinya dibandingkan waktu musim kemarau yang bisa mencapai belasan sepeda per harinya.

Adapun jenis sepeda yang ia jual, didominasi sepeda jenis BMX dan juga ada jenis sepeda lainnya dengan harga berkisar Antara 250 sampai 350 ribu per unit. Dan omzet yang mampu diraupnya dalam sebulan cukup mencengangkan, yaitu berkisar 30 sampai 35 juta per bulannya. (SK.OPK)

 



 

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. burex muridmacel

    burex muridmacel

    29 Mei, 2014

    optimisme itu harus dipertahankan..mengingat optimis tersebut adalah hal penting bagi siapapun...


  • Tiffa_baingna

    Tiffa_baingna

    20 Maret, 2014

    mantap bgt idenya tuh...


  • KM. Salaja Kampo

    KM. Salaja Kampo

    03 Februari, 2014

    iya pak...baharudin ini adalah teman main saya waktu kecil...saya tau persis bagaimana keadaan dia dan keluarganya...dulu baharudin hanya jualan kue keliling kampung...usaha sepeda bekasnya banyak dipandang sebelah mata oleh orang-orang termasuk saya dulu...jadi ad suatu ksimpulan yang saya dapat bahwa cepat datangnya susah cepat juga berganti dengan bahagia tapi kuncinya tetap sabar dan istiqomah.... kurang lebih begitu pak...:)


  • Abu Macel

    Abu Macel

    03 Februari, 2014

    inilah potret orang2 optimis yang bisa menjadi inspirator bagi warga lainnya


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan